Sabtu, 09 November 2013

LPDP Essay 2 - Sukses Terbesar dalam Hidupku

Menurut saya, sukses adalah sebuah pencapaian. Ketika saya menginginkan sesuatu dan memperjuangkan hal tersebut dengan sungguh-sungguh, maka ketika saya mencapainya, itu adalah kesuksesan. Sesuatu yang tidak datang begitu saja. Suatu pagi pada tahun 2010, saya diundang oleh seorang senior yang sekaligus teman se-organisasi untuk menghadiri upacara kelulusannya. Hari itu sangat terik, namun saya dan teman saya tetap berhadir. Saya pikir, ini adalah hari kebahagiaan untuknya, yang sudah hampir 7 tahun menyelesaikan S1.


Saya dan teman saya duduk di barisan paling belakang diantara keluarga wisudawan/wisudawati yang berwisuda pada hari itu. Saya menyimak dengan baik semua agenda pesta kelulusan itu. Hingga akhirnya, tibalah waktu pemberian cendera mata dari pihak fakultas kepada peserta wisuda yang lulus dengan predikat terpuji (cumlaude).

Betapa bahagianya orang tua mereka. Berdiri di depan semua hadirin untuk predikat kelulusan putra-putri mereka. Bulu-bulu di lengan saya berdiri. Seandainya saya mampu membuat Mak dan Ayah berdiri disana, Mak pasti sangat bahagia. Dan Ayah akan lebih menghargai saya.

Mengapa Mak? Mak adalah panggilan yang biasa orang Aceh tujukan untuk ibunya. Kemiskinan membuat wanita paruh baya yang saya panggil Mak itu menikah muda, setamat SMP. Saya sangat ingin membuatnya berdiri disana. Berbahagia dan bersyukur memiliki saya. Saya ingin beliau yakin bahwa keputusannya memiliki saya adalah benar.

Ayah bukanlah lelaki jahat. Namun, beliau mugkin mempunyai pemahaman tersendiri tentang makna sukses yang belum bisa saya pahami hingga saat ini. Sejak saya kecil, Mak selalu menjadi penyemangat dan sosok suci bagi saya. Berjuang agar saya bisa mencicipi pendidikan terbaik semampunya.

Maka sepulang dari acara wisuda itu, saya membongkar berkas kuliah saya. Saya mencari KHS-KHS saya pada empat semester sebelumnya. Saya menghitung jumlah sks yang harus saya ambil agar bisa menyelesaikan kuliah dalam rentang waktu kurang dari 4 tahun. Selama ini saya terlalu sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler kampus dan beberapa organisasi. Saya harus menyeimbangkan hidup saya dan mendahulukan hal-hal yang penting.

Setelah saya mengkalkulasikan nilai-nilai saya dengan target nilai untuk semester-semester ke depan, saya bisa memperoleh IPK 3,56. Saya akan berusaha maksimal untuk mendapatkan nilai sempurna semester-semester mendatang. Semangat saya seolah meledak. Namun, usaha yang lakukan tidak menunjukkan hasil seperti yang saya harapkan. Ada beberapa nilai B+ untuk mata kuliah yang saya targetkan mendapatkan nilai A.

Semester salanjutnya, saya mengubah strategi. Saya mengambil mata kuliah ekstra. Berbekal nilai bagus, saya diizinkan mengambil 4 sks ekstra pada semester mendatang. Saya mengambil satu mata kuliah berat yang seharusnya dikerjakan pada semester 7. Maka menggantikan waktu yang biasa saya gunakan untuk tidur dengan membuat tugas kuliah. Menatap Autocad*) dan Microsoft Excel adalah pekerjaan wajib setiap malam.

Akan manis nantinya, pikir saya. Ini adalah salah satu cara membahagiakan ibu, lulus dengan IPK diatas 3,50. Saya akan membuat beliau menangis haru karena saya. Saya akan membuat beliau berdiri di depan dengan prestasi saya. Saya menempelkan kata-kata motivasi dan sebuah study plan di depan meja belajar saya. Namun, ketertarikan terhadap kegiatan kampus tak bisa saya musnahkan seketika. Angkatan saya mendapat tanggung jawab mengadakan Lomba Berhitung Fakultas Teknik (LBFT) Se-Aceh dari Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS). Saya ikut menjadi panitia acara dan salah satu penanggung jawab acara di Kota Lhokseumawe, 6 jam perjalanan dari kota Banda Aceh.

Banyak waktu yang aku habiskan di luar kota, maka saya gagal 3 sks. Perencanaan Gedung 1. Nilai X menempel di KHS saya. Saya menangis dan menyesali diri yang tergoda dengan kegiatan ekstrakurikuler kampus. Memang hanya beberapa orang dari angkatan saya yang berhasil menyelesaikan mata kuliah tersebut dalam satu semester, namun saya telah melanggar janji terhadap diri sendiri.

Saya kembali bangkit dan menata diri. Saya membuat perencanaan yang lebih baik, mengutamakan yang menjadi prioritas dan menepati janji pada diri sendiri. Semester selanjutnya tidak banyak kegiatan kampus. Saya memfokuskan diri mengerjakan tugas yang semakin menumpuk dengan beban berat diatas kepala. Belum lagi kerja praktek dan memikirkan judul tugas akhir. Saya juga mengambil mata kuliah tambahan untuk menambal IPK. Akhirnya saya berhasil lulus 3 tahun 11 bulan, dengan IPK 3,51. Saya memenuhi janji pada diri sendiri. Perjuangan yang terasa begitu panjang. Mengurangi waktu bermain dan tidur nyenyak di malam hari. Untuk Ibu, orang yang paling saya cintai.

Itulah kesuksesan terbesar dalam hidup saya hingga saat ini. Saya berjanji membuat Ibu bangga atas prestasi  saya yang berikutnya. Memperoleh beasiswa melanjutkan master degree dan menjadi seorang pengajar adalah impian saya.

9 komentar:

  1. Selamat,
    Saya membaca essay ini, dan mengingatkan kembali apa yg tlah sya lalui semasa kuliah, beruntunglah anda, karena disibukkan dengan hal positif. Tidak seperti saya, yang terlalu banyak menyia-nyiakan waktu, bermain. IPK pun anjlok, kejadian lalu memang tidak bisa diputar, penyesalan adalah pelajaran paling bermakna bagi saya sekarang.
    Sekali lagi selamat. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Tidak ada yg perlu disesalkan, semua masih bisa diperbaiki. InsyaAllah

      Hapus
  2. Saya sangat tertarik dengn essaynya... dan saya tertarik untuk merekrut saudari untuk menjadi dosen di universitas kami, segera hubungi saya... di 085880561808

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf, Saya ingin mengabdi untuk daerah saya terlebih dahulu Pak

      Hapus
  3. Mbak essay yg hrs dibuat untuk pengajuan beaaiswa lpdp 2 essay atau pilih 1?trimakasih.sy baca2 essay mb untuk membantu pembuatan essay sy gpp kn?g plagiat kok mb hny buat memancing ide.thx

    BalasHapus
  4. alhamdulillah sekali bisa membaca essay inspiratif ini... saya mau bilang kalu saya punya pengalaman yang hampir sama dengan mba... makasih mba udah jadi salah satu orang yang inspiratif

    BalasHapus
  5. inspiratif sekali penulisan essay mbak..

    BalasHapus