Sabtu, 09 November 2013

LPDP Esai 1 Peranku bagi Indonesia



“Peranku bagi Indonesia”. Sebuah pernyataan yang menghakimiku sebagai seorang warga Negara Indonesia. Apa yang sudah saya berikan untuk Indonesia? Bahkan saya berpikir, saya selalu mengeluh dengan keadaan negeri ini?
Sebagai salah satu anak muda bangsa, saya ingin mengambil bagian dalam memajukan negeri ini. Saya ingin menjadi salah satu agen of change bagi Indonesia. Saya melakukankanya melalui dua cara yaitu secara personal dan dengan berorganisasi.
Secara personal, saya melakukan pendekatan kepada anak-anak dan orang dewasa. Di lingkungan tempat tinggal, saya mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak-anak. Tentu saja dengan metode yang mereka sukai, bermain. Bermain bersama membuat mereka mempunyai ikatan emosional dan bersahabat dengan saya. Saya berharap dapat menjadi wajah baru untuk mereka ketika dewasa, bahwa pendidikan itu sangat diperlukan sejak kecil.
Saya juga teman diskusi yang baik untuk orang dewasa. Berdiskusi dengan orang dewasa membuat saya mengerti pola pikir dan hal-hal yang dikhawatirkan oleh orang dewasa. Melalui diskusi, mereka tidak merasa digurui ketika saya menyampaikan pendapat. Berdasarkan pengalaman saya, anak-anak dan orang dewasa mempunyai satu kesamaan. Mereka butuh didengarkan. Ketika mereka merasa didengarkan, maka mereka akan mendengarkan. Pada saat itulah saya mencoba memasukkan pemikiran saya tentang idealisme yang saya miliki kepada mereka. Saya yakin, mereka akan berpikir ulang tentang hal-hal yang saya sampaikan.
Untuk membuat perubahan tidak dapat dilakukan sendirian. Seperti lidi-lidi yang begitu kuat jika disatukan dalam bentuk sapu. Begitu juga dengan pemuda bangsa. Maka saya juga mencoba melakukan perubahan melalui berorganisasi. Organisasi-organisasi kepemudaan yang saya ikuti tidak memberikan keuntungan materi untuk saya, hanya kepuasan untuk berbagi.
Pertama, CMCC,  sebuah organisasi kampus yang memfasilitasi ruangan multimedia dan internet. Melalui CMCC, saya mengajar aplikasi komputer kepada mahasiswa  secara suka rela, yang menjadi tugas pokok bagi setiap anggota. Dengan mencontoh ide seorang senior dari organisasi lain, secara personal saya membuat kelas rancangan untuk adik-adik yang aktif berorganisasi di kampus secara gratis. Saya mengajarkan mereka merencanakan jalan raya, bangunan gedung dan menghitung biayanya.
Kedua, MATCH, sebuah event organizer nirlaba yang bergerak di bidang perlombaan. Melalui MATCH, saya mengambil peran untuk memajukan pendidikan dan beberapa aktivitas sosial. Bersama MATCH juga, saya ikut serta meningkatkan motivasi siswa/i SD untuk berprestasi di ilmu matematika di daerah pesisir Kota Banda Aceh dengan mengadakan lomba matematika tahunan secara gratis. Kami juga menjadi salah satu relawan untuk korban gempa Takengon. Kami juga menyantuni anak yatim dengan berbuka puasa bersama di sebuah panti asuhan di Kota Banda Aceh.
Ketiga, AYEF, sebuah forum kepemudaan yang berbasis Bahasa Inggris di Kota Banda Aceh. Melalui forum ini, saya turut serta menjadikan masyarakat aceh mampu berbahasa inggris dan punya kepedulian terhadap sesama. Seperti yang pernah dituliskan dalam salah satu artikel The Rumba (tabloid yang diterbitkah oleh AYEF), jika kita menguasai bahasa internasional, maka kita bisa menguasai dunia. Bersama AYEF, saya membantu mengadakan English Leadership untuk anak yatim di panti asuhan.
Keempat, Aceh Mengajar Foundation. Lembaga ini menerima sukarelawan yang bersedia mengajar. Melalui lembaga ini, saya akan menularkan ilmu kepada siswa/i SD di daerah tertinggal seputaran Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
Terakhir, saya juga merupakan salah satu founder Banda Aceh Membaca. Sebuah komunitas yang mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya warga kota Banda Aceh untuk membaca sebuah buku setiap minggu dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kami juga mengajak teman-teman dari daerah lain untuk membentuk komunitas serupa. Selain itu, saya juga aktif di beberapa komunitas bahasa seperti ACCES, LIF, dan BEC. Meskipun komunitas-komunitas tersebut merupakan kamunitas berbasis Bahasa Inggris, namun kegiatan-kegiatan yang kami lakukan sangat baik untuk anak muda, seperti berbagi informasi beasiswa, belajar berpidato, belajar TOEFL, IETLS, dan Academic Writing, dan berdiskusi tentang topik-topik terbaru yang memberi dampak positif bagi gerakan perubahan di Indonesia.
Berdasarkan kegiatan-kegiatan diatas, saya berharap saya akan memberi “sesuatu” untuk Indonesia dan turut serta dalam membentuk lingkungan postif bagi kawula muda. Saya akan terus berkontribusi dalam menyuarakan perubahan. Saya yakin, dengan pendekatan personal dan kelompok, maka cita-cita saya memajukan Indonesia akan lebih mudah dilakukan. Saya sangat ingin menjadi sesorang yang menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain.
Di masa depan, saya ingin tetap konsisten berperan bagi kemajuan Indonesia. Saya berencana menjadi seorang dosen. Menurut saya, seorang akademisi adalah salah satu posisi strategis dalam memajukan Indonesia. Akademisi dapat member pengaruh positif terhadap kaum muda dan juga mampu mempengaruhi kebijakan pemerintah melalui keahliannya di bidang yang digelutinya.

13 komentar:

  1. terima kasih, ini bisa jadi contoh buat saya... kalau boleh minta sarannya mba biar bisa lolos..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa..silakan, semoga bermanfaat. hubungi email saya saya pak, lianafisaini@yahoo.com. tapi overall, emua sudah saya share di blog ini kok

      Hapus
    2. Mba Juliana Fisaini,
      saya ada kirim sesuatu ke email mba,hheheeh..
      mohon di reply ya Mba yang baik hati, :)

      Hapus
  2. Nice blog mbak, saya juga baru mulai mempersiapkan aplikasi untuk beasiswa LPDP. Terima kasih banyak udah share essay nya, gambaran bagus untuk menulis :). Semangat!

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum Mbak,,
    terimakasih atas share blog ini. kenalkan saya Anas. saya ingin mencoba LPDP 2014 ini. mhon bantuannya ya Mbak, mksud LOA dan Surat Rekomendasi di kelengkapan document itu bagaimana ya Mbak?, apakah dari Dekan atau Rektor untuk Surat Rekomendasi itu?
    terimakasih Mbak sebelumnya.
    Wassalam.....

    BalasHapus
  4. Assalammualaikum

    Toefl saya mungkin belum 500. Bagaimana supaya tetap bisa ikut. tanpa kursus dulu, karena mw ngurus cepat,

    jazakallah

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum mbak, salam kenal
    saya sedang menyiapkan dokumen2 untuk apply ke lpdp mbak.
    boleh sharing ndak mbak mengenai rencana studi

    ini alamat email saya utami_nurwahyu@yahoo.co.id

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum Ibu Juliana, saya berencana mengikuti program beasiswa lpdp 2014, untuk syarat LoA (surat bukti penerimaan suatu universitas) lebih baik kita mendapatkan LoA terlebih dahulu atau mendapatkan LoA setelah program Lpdp ? terimakasih atas perhatian Ibu Juliana.. arief.sarwo@gmail.com

    BalasHapus
  7. mba juliana mohon dishare apakah untuk mengikuti program beasiswa lpdp 2014,
    1. untuk persyaratan khusus point 6) memiliki Surat Tanda Diterima (Letter of Acceptance) di perguruan tinggi tujuan dengan status tanpa persyaratan (unconditional) (jika ada), apakah sebaiknya pemasukan berkas setelah ada surat tanda terima atau sebelumnya
    2. mohon sedikit arahan untuk dikirimkan melalui email hutangorontalo@yahoo.co.id
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana Supriatna, ada reply dari mba liana mengenai LoA, kalau ada mohon dishare ya ke saidefc@gmail.com ...
      Makasi makasi

      Hapus
    2. Letter of Acceptance (LOA): surat keterangan sudah diterima di universitas tujuan

      Hapus
  8. assalamualaikum mba Liana.
    sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas semua info yang diberikan mengenai besiswa LPDP. perkenalkan saya Didin.
    saya berminat untuk daftar beasiswa LPDP S2 dalam negeri, tp saya masih belum punya gambaran tentang isian-isian "rencana Studi", jadi berkenankah mba memberi contohya...
    tlong dikirim email ke "didinlubis@yahoo.com".
    terima kasih ya....^_^

    BalasHapus