Aku selalu bertekad bahwa aku mau menjadi ibu yang hadir.
Cerita pagi ini...
07.00
rencana: mandikan anak.
realita: anaknya tidur lagi karena sudah 4 hari ini Hisyam bangun jam 5 atau pas azan subuh. diganti dengan masak untuk suami. lalu panaskan makanan anak yang sudah aku masak semalam.
08.00
rencana: kasih makan anak.
realita: memandikan anak dan memakaikan baju anak.
08.30
rencana: sudah kasih makan anak. mandi dan bersiap-siap untuk kerja
realita: memakaikan baju anak dan krim muka, lotion, pelembab, saleb kaki yang dermatitis. Tapi kemudian ketika sudah wangi dan siap, dia poop. Aku tungguin dia pupup dulu, sambil ganti seprei. dia merangkak kesana kemari.
09.00
rencana: sudah ready di meja kerja dengan baju rapi.
realita: cebokin anak, anaknya ga mau kerjasama, basah lagi baju anak. pakaikan lagi baju anak.
09.30
rencana: kerja.. anaknya tidur atau main sama Oma.
realita: anak mulai sarapan. ga mau duduk di kursi. akhirnya Oma kasih makan anak. aku cuci piring dan beres-beres.
10.00
rencana: kerja...
realita: baru mulai buka laptop dan belum mandi. malah curhat..
Begitulah pagiku.. yang sering kali di luar timeline yang ku rencanakan.
Sejak Hisyam datang ke duniaku, seringkali hidupku sudah tidak sesuai dengan rencanaku atau jadwal yang aku buat. Tanpa diminta oleh siapapun, aku rela mengikuti 'jadwal'nya. Aku bahagia mengikuti jadwalnya. Aku bahagia membersamainya tumbuh dan belajar. Aku butuh membersamainya untuk merasa ada dan puas dengan hidupku. Rasa yang seperti ini rupanya yang dititipkan Allah pada hati seorang ibu. Untuk melindungi bayi kecil titipanNya. Sungguh menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar