Jumat, 16 Juni 2023

Perasaan tidak tuntas

Ketika kamu menjadi seorang ibu, maka prioritas utama bagimu adalah bayimu. Ketika dia membutuhkanmu, kamu akan langsung bergerak untuk memenuhi kebutuhannya. Meninggalkan apa yang sedang kamu kerjakan. Itulah yang terjadi padaku saat ini. Tanpa sedikitpun merasa direpotkan.

Contohnya pagi ini, ketika aku sedang bekerja, dimana aku membutuhkan fokus yang tinggi, tiba-tiba dia merengek. Itu artinya dia membutuhkanku. Aku langsung datang memenuhi kebutuhannya. Tanpa jeda sedikitpun. Meninggalkan apa yang sedang aku kerjakan. Kapan aku akan kembali ke pekerjaanku? Aku tidak punya durasi yang pasti. Bisa saja dia membutuhkanku sebentar, bisa saja sepanjang dia terjaga. Lalu kadang kelelahan dan tidak tau akan meneruskan darimana pekerjaanku.

Mungkin perilaku ini terlihat sederhana. Tetapi jika dilakukan terus-menerus, ada perasaan ‘tidak produktif’. Ada perasaan tidak tuntas terhadap hal yang sedang dikerjakan. Tidak ada hasil. Sia-sia. Kelelahan, tetapi seperti tidak melakukan apa-apa. Dan hal tersebut berdampak ke kesehatan mental, atau ‘kewarasan’ dalam menjalani hidup sebagai ibu baru. Dan yang lebih parah lagi, kamu ga tau, kapan kamu bisa melakukan sesuatu dengan tuntas lagi. Karena menjadi seorang ibu adalah kontrak seumur hidup. No turning back.

Apakah aku menyesal menjadi seorang ibu yang berusaha tetap tinggal di rumah membersamai tumbuh kembang bayiku?

Kadang-kadang aku ingin berhenti, aku ingin kembali ke kantor dan bekerja. Tapi hatiku belum rela. Aku masih ingin merawatnya dengan tanganku selama mungkin. melihat senyumnya saat dia melihatku membuat semua lelahku lenyap. Saat dia tertawa melihat aku datang, atau ketika kami bermain, kewarasanku kembali. Bayiku adalah amanah Allah untukku, pelipur lara hati yang kadang gundah. Semoga Allah selalu memberimu kesehatan, Nak. Ibu sayang Hisyam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar