Bismillah..
Selama ini, ibu selalu menyusui langsung. Adek bayi dapat
nutrisi dengan direct breast feeding (dbf). Tetapi selama 4 bulan ini, ada 5
kali adek bayi diajarkan minum dengan botol dot. Antisipasi kalau nanti balik
kerja, yang membantu merawat adek mudah memberikan ASIP untuk adek.
Alhamdulillah bisa.
Sejak 1 bulan setelah lahiran, karena mau stok ASIP untuk
balik kerja, jadi ibu pumping 1 kali setiap hari yaitu malam hari.
Kadang-kadang subuh. Namun, dampaknya adek bayi sering kewalahan kalau sedang
disusui. Adek bayi sering tersedak. Sering tersedak membuat adek bayi trauma
sama menyusu langsung. Dia sering tidak mau menyusu padahal sedang haus atau
lapar. Agar adek bayi tidak tersedak, ibu harus sering pumping.
Ohya, ketika dikasih botol dot, kelihatan dia lebih senang.
Mungkin karena alirannya yang sedikit. Ibu pakai dot dari pigeon yang wide
neck dengan dot untuk newborn hehe. Padahal adek bayi sudah 3 bulan.
Ibu pakai:
Belakangan, ibu mengedukasi diri dengan follow IG dr. Sarah Audia, IBCLC @drsarahlaktasi. Dari postingan beliau, ibu jadi mengerti kalau ada istilah overstimulasi yang berakibat ke oversupply.
Sebenarnya senang sih ASI melimpah, tapi payudara sering
bengkak, Let-down reflex (LDR) sangat deras atau bahasa awamnya rembes banyak.
Kalau info dari dokter Sarah, oversupply adalah kondisi
dimana ASI melebihi kebutuhan bayi. Oversupply ini bisa berisiko menjadi mastitis,
adanya imbalance proporsi foremilk dan hindmilk. Hal ini menyebabkan bayi tidak
kenyang, kembung, BAB hijau berkelanjutan, bergas, kolik dan berpengaruh ke BB bayi.
Pada kasus ibu, adek bayi memang BAB warna agak kehijauan
kadang-kadang, kecuali ibu pumping dulu sebelum menyusui. Kalau pumping dulu
baru menyusu, BAB adek bayi alhamdulillah kuning kembali. Dan alhamdulillah belum
sampai adeknya kembung ataupun kolik dan ngaruh ke berat badan sih.
Jadi sekarang sedang full dbf aja, ga pumping dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar