banda aceh, 17 juli 2020
sebenarnya ada perasaan takut memasuki kepala tiga.
ada rasa belum siap. karena aku belum 'good enough' atau 'complete enough' to be a 30 year old woman yang sesuai ekspektasi aku.
secara pernikahan, aku belum punya anak seperti orang-orang seumuran atau dibawah umurku. terus masih LDRan sama suami. tidak seperti orang menikah pada umumnya, tinggal bersama dan membesarkan anak-anak bersama.
secara agama, aku belum sempurna menutup aurat. belum hafal dan mempraktekkan semua doa harian. kadang-kadang masih belum sempurna shalatnya, ada buru-burunya. intinya, belum cukup baik dalam menjadi hamba Allah.
secara finansial, aku belum punya aset seperti orang-orang seumuranku. belum ada rekening untuk dana darurat. belum mulai berinvestasi meski sudah dipelajari. intinya, belum cukup bijak dalam hal spending, atau belum cukup baik menerapkan ilmu finansial yang didapat.
secara kesehatan, alhamdulillah Allah kasih sehat. tapi rasanya belum fit. belum body goal kayak di umur 25an. belum bisa se-motivated dulu untuk jogging, berenang, ngegym ataupun menyiapkan makanan sehat.
ada banyak hal yang belum dilakukan. jadi kadang-kadang, bahkan hampir setiap hari sebelum tanggal 17 juli 2020, aku merasa aku belum siap untuk menjadi seseorang yang berumur 30 tahun.
waktu sma atau awal-awal kuliah, aku selalu membayangkan, di umur 22 tahun, aku sudah dapat pekerjaan dan menikah. dulu, aku juga membayangkan, di umur 25 tahun, aku sudah punya anak, punya rumah dan hidup dengan nyaman.
rupanya, ketika lulus kuliah, di umur 22 tahun, aku baru merasakan beneran 'hidup'. aku berjuang keras untuk belajar sesuatu. sampai tiba di titik, aku bisa bilang, kalau Allah mengizinkan, you can have everything you want. you can fight for your dreams. there's nothing you can't achieve. kira-kira begitulah.
rupanya, aku baru menikah di umur 27 tahun. Allah kasih kesempatan mencicipi pulau jawa dan jalan-jalan keliling eropa dulu di umur 25 tahun. ya, satu tahun sebelum semua hal-hal gratis di paris tidak bisa kamu nikmati lagi. bahkan, aku dikasih Allah kesempatan tinggal di Makassar, hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
rupanya, beli dan punya rumah bukan perkara gampang. bahkan ada banyak orang, di umur 40 masih tinggal dengan orang tuanya atau masih mengontrak. jadi it's fine kalau sekarang masih pakai fasilitas punya orang tua. hehe.
dan yang terpenting, menjadi 30 tahun juga tidak semengerikan yang aku bayangkan. it's just another day of life. live it. it's okay to be a not-perfect-30-y.o.-woman.
namun, menurutku, momen turning 30 ini bisa digunakan untuk melakukan refleksi diri. mengingat hal-hal yang kurang dengan diri. sehingga bisa diperbaiki dan menjadi lebih baik lagi keesokan harinya.
dan momen turning 30 juga bisa digunakan untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan untuk kita.
aku masih bisa bernafas dengan baik. Alhamdulillah. aku masih menempati rumah yang nyaman. aku bisa beribadah dengan nyaman juga. aku punya penghasilan dan pekerjaan. dan yang paling penting, aku punya orang-orang yang sayang sama aku. dan merasakan kasih sayang mereka untukku.
ada loh orang-orang di luar sana yang sebenarnya banyak yang sayang, tapi tidak merasakannya.
so, if you feel that what you have is less than what you expect, please count your blessings.
jangan merasa berkecil hati. it's okay. gwaenchanh-a. Allah kasih sesuai dengan yang kita butuhkan kok. tugas kita adalah terus ikhtiar dengan doa dan dzikir yang tak kendor. baik untuk hal-hal yang bersifat ukhrawi ataupun duniawi.
Selamat ulang tahun yang ke 30, Ju.
Be happy. Be kind. Be humble.
This life is short. Make best of it.
:)
Salam sayang,
your innerself
Tidak ada komentar:
Posting Komentar