Jumat, 20 Oktober 2017

Graduation: Wisuda Pascasarjana

Bandung, 20 Oct 2017

Alhamdulillah, rasanya sangat senang telah melewati drama tesis yang seolah gak berakhir itu. Ibarat sinetron, drama tesisku juga mengalami kata "the end" ketika habis masa kontraknya. Mulai dari bapak pembimbing gak balas email, gak diterima transfer penelitian yang katanya bisa ditransfer, ganti judul setelah seminar I di-oke-kan dan sudah mengerjakan penelitian setengahnya, dosen sibuk, aku malas, nikahan dan tunda-menunda jadwal seminar dan sidang hingga akhirnya, batas waktu itu tiba. 

Stress, frustasi, low self esteem, gak percaya diri lagi, dan ingin menyerah bahkan malas dan gak mau peduli lagi sama tesis sempat aku alami. Terlalu banyak drama dari progressnya. 

Banyak juga pelajaran hidup yang aku peroleh dari proses menyelesaikan tesis ini. Aku pernah nangis tersedu-sedu saat pengajian di Darut Tauhid (Aa Gym) karena aku diingatkan bahwa all I think is about dunya, back to Allah, let Allah solve it for me. 

Aku juga sering jalan kaki dari kampus ke kos yang jaraknya 3 km dalam hujan dan sambil nangis. Itu biasanya terjadi di hari senin atau selasa ketika pada minggu sebelumnya aku ngeWA bapak pembimbing, beliau memintaku mengumpulkan laporan lalu menunggu waktu diskusi. Ketika pesanku tak dibalas, aku mencari bapak ke kantornya, kadang-kadang bapak tidak ada, dan kalaupun ada dan ketemu, tapi tidak punya waktu untuk bimbingan. 


aku benar-benar belajar banyak hal selama masa-masa berat itu. Aku lihat orang-orang yang harus bekerja dalam hujan dan dalam debu, aku lihat betapa capeknya mamang-mamang bakso yang ngangkut kompor dan gerobak di-bahu mereka, aku jadi berdoa lebih panjang, bersabar lebih banyak, dan mencoba mengerti kondisi orang-orang disekitarku. Pokoknya, selain menyendiri di perpustakaan, diam di kamar, nolak ajakan kawan2 untuk main, aku banyak belajar tentang hidup. Being wiser than before, including mengerti bahwa dosen itu juga punya keluarga that need their time too.

Dan Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan aku sudah memperoleh gelar MT. Namun yang lebih penting, itu semua terbayar ketika melihat senyum ibuku pada hari itu. She's so happy. Family and friends were there, in my graduation day, showered me with love and happiness. A lot of smile and laugh that day.
  

***
Bandung, 25 Oktober 2017

Keluarga liburan di Bandung


It was such a pleasure that we, my husband and I, were able to host our family to take a short holiday in Bandung. Kami makan siang di HDL Cilaki pas hari wisuda, lalu ke mesjid alun-alun dan ke Jalan Braga.

Keesokan harinya, hari sabtu, kami ke Tangkuban Perahu dan Floating Market, lalu makan siang di Natural Resto & Strawberry Land sambil anak-anak memetik buah stroberi. Sore harinya kami ke factory outlet di Jalan Riau.

Hari minggu, kami ke Kawah Putih dan makan siang di Pinisi Resto, Situ Patenggang. Lalu ke Saung Angklung Udjo dan belanja oleh-oleh  di sekitaran Jalan Cihampelas.

Mamak dan keluargaku memperpanjang liburan hingga hari rabu. Mereka ke pasar baru dan ke Baltos.

Aku yakin, orang yang paling bahagia saat liburan ini adalah Mamak dan Abang. Karena keduanya bisa membiayai liburan keluarga, ibu dan ayah mereka. Lelah bekerja pasti terbayarkan ketika kita bisa membuat orang-orang yang kita sayangi menjadi bahagia. I am happy being part of the family.

Bandung, Minggu, 29 Oktober 2017

Graduation pictures di kampus


Foto kelulusan adalah salah satu tradisi di ITB. Jadi, kebanyakan mahasiswa yang sudah sidang ataupun yang mau wisuda, akan melakukan foto-foto bersama dengang menggunakan baju toga di kampus. Untuk kasus aku, kegiatan ini adalah ide eci who graduated in Oct 2016, cumlaude!




Ceritanya, peserta foto-foto pakai toga ini adalah para senior. Eci, Sefri dan Lisya. Sefri juga sudah lulus periode July dan Lisya sudah lulus juga periode april. Cuma aku yang baru lulus, hahaha, sesuai cerita tadi, terlalu banyak drama!


Yang membuat aku merasa sangat bahagoa adalah mereka making time untuk garduation picture bersama, untuk biar bisa sama-sama. mungkin di masa depan belum tentu bisa dilakukan lagi dengan para preman sadang serang, begitu mereka menyebut diri mereka sejak tahun 2014.


Teman, terima kasih untuk begitu banyak cinta. I'm blessed. I am surrounded by so much love from people around me.


PS:
mohon maaf telat update. masih kurang millenials ini ini writernya. kalo ada keluarga jadi malas pegang hp n laptop, karena waktu sama orang-orang tersayang itu terbatas 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar