Oleh Farah Dini Novita
Farah Dini adalah a financial
planner, bisa cek blog nya di www.fin-chick-up.com
Aku sangat jarang review buku yang aku baca. This is for Ana, the one who ask me to do so.
Oya, buku ini adalah hadiah dari Anggun, sebagai salah satu kado pernikahanku. Dia mau aku jadi a good wise by being a wise spender. Dia bilangnya, ministry of finance-nya rumah tangga.
I hope Ana will be a good ministry of finance rumah tangganya juga ketika waktunya datang ;)
Oya, buku ini adalah hadiah dari Anggun, sebagai salah satu kado pernikahanku. Dia mau aku jadi a good wise by being a wise spender. Dia bilangnya, ministry of finance-nya rumah tangga.
I hope Ana will be a good ministry of finance rumah tangganya juga ketika waktunya datang ;)
Jadi Ana... let begin...
Buku ini bisa dikatakan a starter
book untuk yang sangat awam dengan dunia keuangan atau finansial. Mungkin, tanpa kita sadari, kita
sudah menerapkan beberapa tips dari buku ini yang sudah diterapkan oleh orang
tua kita. Seperti, menabung di awal bulan atau ketika mendapatkan gaji, membeli
emas jika uang sudah terkumpul sedikit (tabungan dalam bentuk emas), membangun
rumah sewa atau kos-kosan untuk asset dan menjalankan uang, atau berhemat.
Namun, dengan membaca buku ini, kita jadi lebih tau mengapa hal-hal tersebut.
Konten dari buku ini terdiri dari
beberapa bagian mulai dari bedah mindset, bedah pengeluaran, bedah cashflow
& network, hingga bedah jenis-jenis investasi.
Ada beberapa hal yang belum
pernah aku tau sebelumnya tentang finansial yang sehat, misalnya, berapa jumlah
dana darurat yang harus kita siapkan, berapa jumlah uang tunai atau high
liquidity asset yang harus dimiliki dst.
Secara singkat, aku akan review
dibawah ini. Aku sangat menyarankan kalian membaca buku ini karena di dalam
buku ini penjelasannya akan lebih detail disertai contoh, dan motivasi
memperbaiki keadaan finansial akan sangat terbantu.
Satu kekurangan buku ini adalah
contoh-contoh yang diberikan dalam berinvestasi selalu yang baik-baik, resiko
rugi tidak dijelaskan dengan detail.
Bedah Mindset
Pada bagian ini, Dini mencoba
memberi pengertian tentang apa itu perencanaan keuangan, apa itu uang, apa itu
investasi dan apa tujuannya, apa itu cashflow hingga menetapkan tujuan
keunangan.
Untuk tau pengertian-pengertian
itu mengkin kalian bisa googling atau membaca bukunya sendiri.
Tapi menurut aku, yang paling penting
kita tau adalah, pertama, perencanaan keuangan adalah cara mengatur keuangan baik pribadi
maupun keluarga. Dan kedua, tujuan keuangan adalah impian-impian kamu terhadap sesuatu.
Misalnya tujuan keuangan membeli rumah, mobil, umrah, dll.
Dibagian ini juga dijelaskan
tentang investasi, berhemat. Intinya, pola pikir kita tentang hal-hal yang
berhubungan dengan finansial akan diluruskan.
Bedah Pengeluaran
Ada beberapa hal yang berbahaya
dalam pengeluaran, pertama, "the latte factor" yaitu
pengeluaran-pengeluaran rutin dalam jumlah kecil di luar kebutuhan pokok. Misalnya,
membeli kopi setiap pagi, membeli rokok, atau jajan.
Kalau ditanya, what is my latte
factor? Kayaknya aku suka jajan di indomaret. Beli coklat dan cemilan.
Kedua, bocor halus. Bocor halus
ini sama kayak the latte factor, pengeluaran yang kita anggap receh-receh
ternyata kalau dikumpulkan jadi lumanyan besar. Contoh: beli gorengan,
jajan-jajan ga jelas, membeli minuman berasa, dan sejenisnya.
Kalau uang dari latte factor dan
bocor halus ini dikumpulkan, bisa jadi besar dan bisa dijadikan dana investasi.
Solusi yang ditawarkan adalah membawa
cemilan sehat dari rumah.
Pengeluaran
Coba list daftar belanja bulanan.
Personal Care/Toiletries
Sabun
Sampo n conditioner
Pasta gigi
Pembersih Muka
Makanan dan Minuman
Buah-Buahan
Sayur-sayuran
Lauk
Susu
Bahan Makanan Tahan Lama
Beras
frozen foof
Bumbu masak
minyak goreng
Khusus Wanita, you need kind of Rekening Centil untuk keperluan di bawah ini:
Home Skin & Hair Care
Cleanser
Toner
Night Cream
Day cream
Moisturiser
Body Lotion
Deodorant
Hair Vitamin
Hair Serum
Hair Spray
Make up
Lipstick
Powder
Foundation
BB Cream
Concealer
Blush on
Eyeliner
Outfit
Dress
Tops
Pants/jeans
Blazer/jaket
Bags
Shoes
Aksesori
Beauty Care
Hair treatment
Facial
Face Massage (totok)
Body massager
Spa
Manicure
Pedicure
Health
Gym
Vitamin
All heath products
Dari sekian banyak hal yang harus
dibeli, aku yakin penghasilan kita akan habis kalau tidak dikontrol dengan
baik. Intinya, dengan segala kebutuhan ini, kita harus menjadi "wise
spender". Begitu kata Dini.
Disini kita diajarkan untuk lebih bijak dalam
menggunakan uang. Misalnya, kalau nonton weekend mahal, nontonlah weekdays. Kalau
minuman favorit kamu di cafe harganya mahal, buatlah minuman itu sendiri. Atau
jika Outfit Zara dan Mango yang kamu inginkan mahal, maka belilah ketika ada
sale atau diskon.
Bedah Hutang
Hutang itu terbagi atas hutang produktif
dan hutang konsumtif. Hutang komsumtif utk membeli liabilities. Dan hutang
produktif untuk membeli asset.
Aturan utama tentang hutang:
1. total keseluruhan hutang
cicilan ga boleh lebih dari 30% total penghasilan
2.jumlah total hutang keseluruhan
adalah maksimal 50% dari total asset
Jenis-jenis hutang
Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)
Kredit Kepemilikan Mobil (KPM)
Kredit Tanpa Agunan
Di bagian ini, Dini menjelaskan
bagaimana perhitungan masing-masing kredit. Kalau kita mau melakukan kredit,
disarankan untuk membandingkan dari satu bank dengan bank lainnya.
Bedah Asuransi
1. Asuransi Jiwa
Disarankan hanya
dimiliki oleh penanggung keluarga, atau kepala keluarga dan dijelaskan juga
jenis-jenis asuransi jiwa.
2. Asuransi Kesehatan
3. Asuransi Kendaraan
Bedah Tujuan Keuangan
1. Dana Pensiun
2. Dana Pendidikan Anak
3. Dana Pembelian Properti Utama
4. Dana Liburan (Biaya Transportasi,
Biaya Akomodasi, Biaya Transportasi di Tempat Berlibur, Biaya Aktivitas
Liburan, Biaya Shopping, Biaya Oleh-Oleh, Biaya Kuliner
Bedah Tabungan & Investasi
Tabungan
Dana Darurat (sebaiknya dana darurat ini disimpan dalam bentuk aset yang tingkat pencairan
tinggi, 1 anggota keluarga membutuhkan 3 x pengeluaran bulanan)
Investasi
Jenis-jenis investasi:
1. Reksadana (Reksadana Pasar Uang
(RDPU), Reksadana Pendapatan Tetap. Reksadana Campuran, Reksadana Saham (RDS)
2. Obligasi
3. Saham
Bagian ini, Dini menjelaskan apa
itu investasi mulai dari reksadana, obligasi dan saham. Ini ilmu baru untuk
aku. Cerita-cerita Dini di buku ini lebih banyak yang indah-indahnya atau
keuntungan, walaupun ada juga dibuat daftar kekurangan dari masing-masing jenis
investasi. Aku jadi belajar kalau saham itu beda sama trading. That’s
important, karena mengubah pola pikirku tentang saham.
Dari contoh-contoh diatas, aku
belum yakin kalau jenis-jenis investasi diatas halal atau tidak menurut islam.
Bedah Cashflow & Networth
Bagian ini, Dini mengajarkan cara
menghitung kekayaan, asset, pengeluran, dan kewajiban atau hutang. Lalu
menganalisi kesehatan finansial sebuah keluarga atau seseorang.
Analisis Rasio Keuangan
1. Rasio Aset Lancar Berbanding
dengan Kekayaan Bersih
Jumlah kas/tunai/
Rasio 15-20%
2. Rasio Total Kekayaan Bersih
Berbanding Total Aset
Rasio > 35%
3. Rasio Total Kewajiban
Berbanding Total Aset
Rasio < 50%
Kewajiban adalah total sisa
hutang keseluruhan
4. Rasio Total Kewajiban Bulanan
berbanding Total Pemasukan Bulanan
Rasio > 35%
5. Total Aset Investasi
Berbanding dengan Total Kekayaan Bersih
Rasio > 50%
Cara mengatur keuangan:
Menabung atau berinvestasi saat
menerima gaji
Bedah Kendala Perencanaan Keuangan
Ada beberapa kendala dalam perencanaan keuangan yang dijelaskan dalam buku ini:
1. Menunda Dana Darurat
2. Menunda Menbayar Lunas Hutang
Kartu Kredit
3. Menunda Membeli Asuransi
4. Menunda Investasi
5. Being a Shopaholic
Bedah Alternatif Penghasilan
Bisnis Online
Garage Sale
Seasonal Business opportunities
Reseller
Bedah Action Plan
Intinya lakukan sekarang,
perbanyak pengetahuan tentang keuangan, baik dengan membaca buku, ikut seminar,
workshop, dan sharing dengan teman.
What I learned:
After all, no matter how much I
know about financial from this book, I am the one with no monthly salary and only have occational income :D
Jadi setelah membaca buku ini, aku jadi sadar kalau I have to make money and be a wise spender.
Aku jadi semangat making money.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar