Selasa, 02 Mei 2017

Finchickup - financial check up for ladies

Oleh Farah Dini Novita

Farah Dini adalah a financial planner, bisa cek blog nya di www.fin-chick-up.com

Aku sangat jarang review buku yang aku baca. This is for Ana, the one who ask me to do so.
Oya, buku ini adalah hadiah dari Anggun, sebagai salah satu kado pernikahanku. Dia mau aku jadi a good wise by being a wise spender. Dia bilangnya, ministry of finance-nya rumah tangga. 

I hope Ana will be a good ministry of finance rumah tangganya juga ketika waktunya datang ;)

Jadi Ana... let begin...

Buku ini bisa dikatakan a starter book untuk yang sangat awam dengan dunia keuangan atau finansial. Mungkin, tanpa kita sadari, kita sudah menerapkan beberapa tips dari buku ini yang sudah diterapkan oleh orang tua kita. Seperti, menabung di awal bulan atau ketika mendapatkan gaji, membeli emas jika uang sudah terkumpul sedikit (tabungan dalam bentuk emas), membangun rumah sewa atau kos-kosan untuk asset dan menjalankan uang, atau berhemat. Namun, dengan membaca buku ini, kita jadi lebih tau mengapa hal-hal tersebut.

Konten dari buku ini terdiri dari beberapa bagian mulai dari bedah mindset, bedah pengeluaran, bedah cashflow & network, hingga bedah jenis-jenis investasi. 

Ada beberapa hal yang belum pernah aku tau sebelumnya tentang finansial yang sehat, misalnya, berapa jumlah dana darurat yang harus kita siapkan, berapa jumlah uang tunai atau high liquidity asset yang harus dimiliki dst.

Secara singkat, aku akan review dibawah ini. Aku sangat menyarankan kalian membaca buku ini karena di dalam buku ini penjelasannya akan lebih detail disertai contoh, dan motivasi memperbaiki keadaan finansial akan sangat terbantu.

Satu kekurangan buku ini adalah contoh-contoh yang diberikan dalam berinvestasi selalu yang baik-baik, resiko rugi tidak dijelaskan dengan detail.

Bedah Mindset

Pada bagian ini, Dini mencoba memberi pengertian tentang apa itu perencanaan keuangan, apa itu uang, apa itu investasi dan apa tujuannya, apa itu cashflow hingga menetapkan tujuan keunangan.
Untuk tau pengertian-pengertian itu mengkin kalian bisa googling atau membaca bukunya sendiri.

Tapi menurut aku, yang paling penting kita tau adalah, pertama, perencanaan keuangan adalah cara mengatur keuangan baik pribadi maupun keluarga. Dan kedua, tujuan keuangan adalah impian-impian kamu terhadap sesuatu. Misalnya tujuan keuangan membeli rumah, mobil, umrah, dll.

Dibagian ini juga dijelaskan tentang investasi, berhemat. Intinya, pola pikir kita tentang hal-hal yang berhubungan dengan finansial akan diluruskan.

Bedah Pengeluaran

Ada beberapa hal yang berbahaya dalam pengeluaran, pertama, "the latte factor" yaitu pengeluaran-pengeluaran rutin dalam jumlah kecil di luar kebutuhan pokok. Misalnya, membeli kopi setiap pagi, membeli rokok, atau jajan.

Kalau ditanya, what is my latte factor? Kayaknya aku suka jajan di indomaret. Beli coklat dan cemilan.

Kedua, bocor halus. Bocor halus ini sama kayak the latte factor, pengeluaran yang kita anggap receh-receh ternyata kalau dikumpulkan jadi lumanyan besar. Contoh: beli gorengan, jajan-jajan ga jelas, membeli minuman berasa, dan sejenisnya.

Kalau uang dari latte factor dan bocor halus ini dikumpulkan, bisa jadi besar dan bisa dijadikan dana investasi.

Solusi yang ditawarkan adalah membawa cemilan sehat dari rumah.

Pengeluaran
Coba list daftar belanja bulanan.

Personal Care/Toiletries
Sabun
Sampo n conditioner
Pasta gigi
Pembersih Muka

Makanan dan Minuman
Buah-Buahan
Sayur-sayuran
Lauk
Susu

Bahan Makanan Tahan Lama
Beras
frozen foof
Bumbu masak
minyak goreng

Khusus Wanita, you need kind of Rekening Centil untuk keperluan di bawah ini:

Home Skin & Hair Care
Cleanser
Toner
Night Cream
Day cream
Moisturiser
Body Lotion
Deodorant
Hair Vitamin
Hair Serum
Hair Spray

Make up
Lipstick
Powder
Foundation
BB Cream
Concealer
Blush on
Eyeliner

Outfit
Dress
Tops
Pants/jeans
Blazer/jaket
Bags
Shoes
Aksesori

Beauty Care
Hair treatment
Facial
Face Massage (totok)
Body massager
Spa
Manicure
Pedicure

Health
Gym
Vitamin
All heath products

Dari sekian banyak hal yang harus dibeli, aku yakin penghasilan kita akan habis kalau tidak dikontrol dengan baik. Intinya, dengan segala kebutuhan ini, kita harus menjadi "wise spender". Begitu kata Dini.

Disini kita diajarkan untuk lebih bijak dalam menggunakan uang. Misalnya, kalau nonton weekend mahal, nontonlah weekdays. Kalau minuman favorit kamu di cafe harganya mahal, buatlah minuman itu sendiri. Atau jika Outfit Zara dan Mango yang kamu inginkan mahal, maka belilah ketika ada sale atau diskon.

Bedah Hutang

Hutang itu terbagi atas hutang produktif dan hutang konsumtif. Hutang komsumtif utk membeli liabilities. Dan hutang produktif untuk membeli asset.

Aturan utama tentang hutang:
1. total keseluruhan hutang cicilan ga boleh lebih dari 30% total penghasilan
2.jumlah total hutang keseluruhan adalah maksimal 50% dari total asset

Jenis-jenis hutang
Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)
Kredit Kepemilikan Mobil (KPM)
Kredit Tanpa Agunan

Di bagian ini, Dini menjelaskan bagaimana perhitungan masing-masing kredit. Kalau kita mau melakukan kredit, disarankan untuk membandingkan dari satu bank dengan bank lainnya.

Bedah Asuransi

1. Asuransi Jiwa 

Disarankan hanya dimiliki oleh penanggung keluarga, atau kepala keluarga dan dijelaskan juga jenis-jenis asuransi jiwa.

2. Asuransi Kesehatan

3. Asuransi Kendaraan

Bedah Tujuan Keuangan

1. Dana Pensiun
2. Dana Pendidikan Anak
3. Dana Pembelian Properti Utama
4. Dana Liburan (Biaya Transportasi, Biaya Akomodasi, Biaya Transportasi di Tempat Berlibur, Biaya Aktivitas Liburan, Biaya Shopping, Biaya Oleh-Oleh, Biaya Kuliner

Bedah Tabungan & Investasi

Tabungan

Dana Darurat (sebaiknya dana darurat ini disimpan dalam bentuk aset yang tingkat pencairan tinggi, 1 anggota keluarga membutuhkan 3 x pengeluaran bulanan)

Investasi

Jenis-jenis investasi:
1. Reksadana (Reksadana Pasar Uang (RDPU), Reksadana Pendapatan Tetap. Reksadana Campuran, Reksadana Saham (RDS)
2. Obligasi
3. Saham

Bagian ini, Dini menjelaskan apa itu investasi mulai dari reksadana, obligasi dan saham. Ini ilmu baru untuk aku. Cerita-cerita Dini di buku ini lebih banyak yang indah-indahnya atau keuntungan, walaupun ada juga dibuat daftar kekurangan dari masing-masing jenis investasi. Aku jadi belajar kalau saham itu beda sama trading. That’s important, karena mengubah pola pikirku tentang saham.

Dari contoh-contoh diatas, aku belum yakin kalau jenis-jenis investasi diatas halal atau tidak menurut islam.

Bedah Cashflow & Networth

Bagian ini, Dini mengajarkan cara menghitung kekayaan, asset, pengeluran, dan kewajiban atau hutang. Lalu menganalisi kesehatan finansial sebuah keluarga atau seseorang.

Analisis Rasio Keuangan
1. Rasio Aset Lancar Berbanding dengan Kekayaan Bersih
Jumlah kas/tunai/
Rasio 15-20%

2. Rasio Total Kekayaan Bersih Berbanding Total Aset
Rasio > 35%

3. Rasio Total Kewajiban Berbanding Total Aset
Rasio < 50%
Kewajiban adalah total sisa hutang keseluruhan

4. Rasio Total Kewajiban Bulanan berbanding Total Pemasukan Bulanan
Rasio > 35%

5. Total Aset Investasi Berbanding dengan Total Kekayaan Bersih
Rasio > 50%

Cara mengatur keuangan:
Menabung atau berinvestasi saat menerima gaji

Bedah Kendala Perencanaan Keuangan

Ada beberapa kendala dalam perencanaan keuangan yang dijelaskan dalam buku ini:
1. Menunda Dana Darurat
2. Menunda Menbayar Lunas Hutang Kartu Kredit
3. Menunda Membeli Asuransi
4. Menunda Investasi
5. Being a Shopaholic

Bedah Alternatif Penghasilan

Bisnis Online
Garage Sale
Seasonal Business opportunities
Reseller

Bedah Action Plan

Intinya lakukan sekarang, perbanyak pengetahuan tentang keuangan, baik dengan membaca buku, ikut seminar, workshop, dan sharing dengan teman.




What I learned:
After all, no matter how much I know about financial from this book, I am the one with no monthly salary and only have occational income :D
Jadi setelah membaca buku ini, aku jadi sadar kalau I have to make money and be a wise spender.
Aku jadi semangat making money. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar