Rabu, 07 Januari 2026

Refleksi 2025: How you have gone?

Banda Aceh, 7 January 2026

Ternyata, terakhir posting di blog ini adalah 1 juli 2025. Hari pertama syam sekolah.

Dua minggu pertama syam sekolah adalah masa yang berat untuk ibu. Ibu yang beradaptasi membiarkan adek dijaga orang lain. Dua minggu pertama, ibu kerja dekat dari cafe dekat sekolah adek. Ibu tanya kabar adek setiap jam sama miss. Lebih sering, ibu jemput adek setelah 2 atau 3 jam. Karena ibu ga bisa lama-lama jauh dari adek. Setelah 2 minggu, adek kelihatan mau dengan lingkungan sekolah, ibu punya 4 jam dalam sehari fokus bekerja. Fokus belajar. Dan sejak itu, ibu juga berusaha mempercayakan adek sama orang rumah. Walaupun hati ibu berat sayang. 

****

2025 adalah salah satu tahun yang berat untukku. Comeback after motherhood. Pelan. Tapi diriku berprogress.

Dua tahun setelah melahirkan, aku terlalu sering melihat ke atas. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Atau at least, membandingkan diriku yang sekarang dengan diriku yang dulu, sebelum menjadi ibu. 

I know, I lost pieces of myself, but I found a precious one that Allah hadirkan in my life, a little boy, full of love.

Melihat kembali 2025, aku merasa perjalanan ini menemui progress. Tentang kembali menemukan diri. Tentang memperjuangkan mimpi dan mengembalikan rasa percaya diri. Diri yang penuh keraguan dan ketidakmungkinan.

Terkadang, seorang perempuan yang bekerja juga ingin jadi "stay at home wife" yang dirayakan. Santai. Semuanya terpenuhi. But, looking back, I was not for me.

Ku pernah ikut suami dari akhir 2017 - pertengahan 2018, ternyata I did not enjoy that much free time. Waktu itu, aku berhasil nulis buku, setiap hari ke BakTI di Makassar, ke pustaka, ke gramedia, bikin konten, pokoknya, I did something.

Well, kembali ke 2025, let look back, how for this person has gone?

Januari 2025

Bantu Kerjaan Izzan.

Out of no where, Izzan, teman SMAku yang sekarang jadi dosen di pertambangan, minta aku bantuin dia di Project Green Asphalt. Dengan ragu, ibu pekerja yang bawa anaknya kemana-mana ini mengiyakan. Beberapa bulan setelah itu, kebijakan presiden Amerika bikin pendanaan project ini berhenti. Kita off.

 

 

Februari 2025

Setelah mencapai tujuan bisa mengendarai mobil di 2024, awal tahun itu aku mencoba memantapkan skill berenang. Tapi gagal, karena aku punya prioritas lain. InsyaAllah coba lanjut di 2026.

  

Mencoba aktif kembali di TDMRC

Setelah hampir 2 tahun jadi “anggota bayangan’, ada nama, pakai fasilitas, tapi minim kontribusi. Aku memutuskan untuk kembali mengabdi di TDMRC. Aku ikut rapat, aku jadi panitia kegiatan (walaupun ga dibayar, hehe). I just love being there.

 

Mei 2025

IEC–98 Speaking and Presentation Skills (5 – 20 Mei 2025)

USK membuka pendaftaran kegiatan ini untuk semua dosen dan staff USK, aku coba daftar. Kondisi fisik dan mental saat ini tidak begitu baik. I am a full time mother, cuma ke kampus kalau ada kelas, rapat, seminar dan sidang. Penelitian (menulis paper) dan pengabdian (menjadi pengelola jurnal), semuanya aku lakukan bersama anak. Lebih sering di rumah. Dosen dengan pemenuhan BKD saja. Tidak percaya diri. Completely loosing myself for motherhood.

 

Jadi salah satu Best Participant

Ternyata aku malah jadi salah satu best partisipan di kegiatan tersebut. Sempat ku pertanyakan, “Apakah karena Pak Kis agak familiar dengan aku yang pernah ikut kegiatan di pusat Bahasa tahun 2019?”

Later I know, rupanya nilai TOEFLku di post test 550.

 

Juni – Juli 2025

Ikut Kelas IELTS, free, dibiayai oleh departemen dengan dosen-dosen muda.

Tahun 2024 dan awal 2025, lutfi, zahra dan andy, kolega seangkatanku sudah dapat LoA dan dapat beasiswa. Well, aku merasa hebat ya mereka. Sedangkan aku, aku ga berani test ielts. Aku sempat test toefl ITP hasilnya 530. I dont know. Pokoknya aku merasa mereka keren. Mereka sering ajak aku, tapi aku ga berani. 

Kali ini, aku akan memulai. Aku ga tau hasilnya. Pokoknya aku mulai saja. Bismillah.

Juli 2025

Diri ini tidak tau apa yang orang lihat dari diriku. Tiba-tiba Izzan ajak jadi narasumber kegiatan seminar dia. Dia minta aku ngomongin tentang Traffic Safety. Well, dengan kerempongan jadi ibu, aku menyanggupi. And I did it.

 

Apply UNSW dan Hiroshima University

Aku memberanikan diri looking for supervisors. Diminta kirim CV dan proposal riset. Aku dapat wawancara dari 2 universitas yang aku kontak. I speak English again. 

Agustus 2025

Ke Medan dan Take IELTS

Aku memberanikan diri take IELTS, and Alhamdulillah I got 6.5. Score yang cukup untuk apply beasiswa.

September 2025

Tiba-tiba disuruh jadi Koordinator Lapangan Tim Acara AISCE 2025.

Sejak bekerja di Teknik Sipil USK 2019 (AISCE ke 2), aku selalu jadi panitia acara ini. Baik yang diadakan di hotel, sistem hybrid, aku selalu jadi panitia.

Kali ini, awalnya aku jadi tim publikasi (review dan editor paper). Sekarang sudah banyak dosen baru. Tiba-tiba H-5 acara, aku ikut rapat persiapan acara. Dan karena memberi masukan, aku malah ditugaskan jadi panitia acara. “Turun gunung” kata temanku.

 

Oktober 2025

Mewakili Pak Bos jadi Peserta Workshop dan Pendampingan Jurnal USK Menuju Scopus

Sejak punya anak, aku cenderung memilih bekerja in town. Dan kali ini tidak bisa menolak tugas. Pertama kali keluar kota, setelah punya anak. 3 hari. Berat. Sedih.

Selama ini, aku melihat teman-teman yang bisa kerja keluar kota, walaupun punya anak kecil, adalah sesuatu yang keren dan menyenangkan. Ternyata bagiku sangat berat. Aku merasa bersalah. I miss adek so much. I can't sleep. But I did. Ketidaknyamanan membuatku kuat.

 

Jadi Ketua Panitia Sosialisasi Tugu Air Tsunami dan EvaNami untuk Kesiapsiagaan Bencana

Sejak adek sekolah, I have more time. Aku menerima tawaran menjadi ketua panitia kegiatan lagi. Aku berkontribusi kembali.

 

Jadi Narasumber di SG EvaNami, first time berdiri di panggung TDMRC.

Sejak menjadi ibu, aku sangat nyaman berada di belakang layar. Aku hanya hadir rapat dan membantu banyak kegiatan dari rumah. Dan kali ini, aku berada di depan, berbicara.  

Berkenalan dengan Kak Raihan, pemilik Sophie's Sunset Library. 

Di acara sosialisasi tugu, aku kenalan dengan kak raihan. Then, I was invited to attend one of her workshop dan invited to write an essay about what I have done toward disaster risk awareness.

Berkenalan dengan Ibu Syafwina dari Yayasan Umi Abbasiah, inisiator tugu tinggi air tsunami.

Ternyata, being out there, sharing tentang what I do, membuat koneksi baru. 

Jadi Narasumber di Science Camp

Terus di akhir november, aku juga diminta untuk bicara tentang EvaNami lagi untuk anak-anak sekolah di kegiatan science camp.

Membuat Syam’s Corner

Anak kecilku tak punya hp. Dan screen time nya terbatas, ku putuskan membuat sesuatu untuknya. 

November 2025

Aku jadi peserta PKBI dan aku ke Bandung

Well, Bandung has been always in my heart. I spent almost 2 years there during my master degree in this city. Aku ingin masa-masa betapa energiknya dulu, setiap pagi olahraga ke Saraga, jogging, berenang, ng-gym, yoga. Terus ke pustaka. Ikut pengajian ustad hanan attaki dan ke darut tauhid, terus pergi ke panti asuhan dengan teman2 LPDP/mata garuda ITB. I was a wonderful experience that shape who I am.

Selain pergi belajar ielts di UPI, aku juga napak tilas ke ITB dan Dago. I miss the old me. 

Dan kali ini, aku mencoba mempercayakan adek sama ayah, oma dan cicik. Meskipun setiap malam aku melihat air mata adek yang penuh ketika kami video call, dan setiap pulang ke hotel hatiku juga penuh dengan rasa bersalah, aku mencoba membesarkan hati. Bahwa mungkin aku tidak akan selamanya bisa menjaga adek. Adek juga butuh figur yang lain untuk adek merasa nyaman, tidak hanya dengan ibu.

Desember 2025

Akhir November 2025, badai siklon senyar mendekati pulau sumatera. Bencana banjir besar terjadi di beberapa provinsi, termasuk di Aceh.

Aku pulang ke Aceh awal Desember 2025. Meskipun tidak ikut rapat awal, aku mencoba berkontribusi dengan sering datang ke sekretariat SATGAS SENYAR USK.

Aku juga bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat untuk Korban Banjir Bandang pasca Siklon Senyar. Aku membawa mahasiswa ke lokasi bencana untuk melakukan survei kerusakan jalan.

Momentum ini mengajarkan aku banyak hal: memahami lebih dalam konsep ekosentrisme, tentang orang-orang yang jadi korban bencana, tentang pentingnya menjaga alam dan lebih memahami mengapa pentingnya peduli tentang perubahan iklim.

Selama ini aku mengajar tentang kebencanaan dan lingkungan, dan kali ini aku memahami konsep yang aku ajarkan dari alam tempatku tinggal.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar