Minggu, 08 Januari 2023

2023

Hari ketujuh di tahun 2023. Aku bahkan ga tau mau menulis apa untuk membuka tahun ini. Mungkin aku sudah seperti kebanyakan orang. Menjalani saja apa yang hidup sajikan didepan mataku. Takut membuat rencana. Karena mungkin rencana Allah berbeda dengan rencanaku. Takut mengambil keputusan, mungkin saja keputusanku bukan jalan yang baik untukku.

Terbaca agak frustasi dan pesimis ya? Dan untuk kesekian kali, aku mengingatkan diri sendiri, 

"It's okay, Ju. You will be fine. Allah itu sesuai persangkaan hamba-Nya. InsyaAllah."

Menilai dan melihat diri sendiri, aku merasa aku memang berbeda dengan aku yang dulu. Aku yang punya banyak rencana, resolusi, suka termotivasi, dan penuh dengan semangat untuk memperbaiki diri dan mencoba hal-hal yang baru. Sekarang rasanya aku sudah tidak terlalu bersemangat dan lebih memilih "let it flow", walaupun kadang-kadang aku masih tetap berusaha. 

So, how was tahun 2022? Mari awali postingan ini dengan refleksi tahun 2022.

Refleksi 2022

Biasanya aku menulis refleksi seperti ini di akhir tahun, tapi kali ini baru dituliskan di awal tahun baru.

Aku belajar beberapa hal di tahun 2022, salah satunya, 

"Apa yang kita petik atau apa yang kita dapatkan di masa ini, dengan izin Allah, adalah hal-hal yang kita tanam di tahun-tahun sebelumnya." 

Yang terjadi di tahun tersebut mungkin memang rencana kita, tetapi rencana kita yang diridhai oleh Allah. Doa kita yang dikabulkan oleh Allah. Bukan hanya keinginan dan sesuatu yang kita usahakan, atau bukan sesuatu yang instant tiba-tiba terjadi. Ada perjuangan dan doa sebelumnya.

Pertama, Karir.

Tak banyak hal baru yang aku lakukan di tahun 2022. 

Mimpiku yang tersisa mungkin adalah berangkat ke luar negeri setahun sekali. Sejak 2021, aku berencana pergi ke Sydney, Australia untuk AIWEST 2022 di akhir tahun, tapi aku tidak jadi berangkat. Padahal aku sudah menabung gajiku karena ga ada alokasi dari project. Aku juga  apply shortcourse bidang urban transport ke Australia, dan itu juga gagal. 

Ketika diajak kuliah profesi insinyur oleh Bu Yunita dan Bang Adrian, aku juga menolak. I don't know, aku bahkan ga tau yang aku mau. Aku buntu. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku berpikir meneruskan hidup dengan melakukan hal-hal yang mungkin bisa aku lakukan, tetapi ketika kita menikah, hidup itu bukan cuma tentang keinginan kita. Mempertimbangkan keinginan pasangan adalah juga menjadi prioritas. 

Ada terbersit ingin melanjutkan S3, coba lihat-lihat list beasiswa dan kampus serta supervisor, tetapi  keinginan itu pun maju mundur. Aku banyak berpikir tentang berumah tangga. Family is my first prioritu. Aku juga mencoba worklife balance. Aku menghabiskan weekend dengan keluarga. Kalaupun harus bekerja di weekend, itu sangat jarang dan jika mendesak saja.

Di awal tahun 2022, aku dapat 2 hibah project penelitian, satu dari Riset Keilmuan LPDP dan satu dari pendanaan PNBP USK. Itupun mungkin sisa-sisa hard work di tahun 2021, ketika aku membuat proposalnya. Alhamdulillah berhasil ku selesaikan dengan baik, walaupun berada di tempat tidur dengan "gaya cleopatra" kalau kata suami.  Why I did cleopatra style? Ya, bekerja sambil tiduran karena harus bedrest karena kalau duduk sakit perut bawah. Di trimester kedua kehamilan aku baru tau, kata dokter, sakit perut bawah itu adalah kontraksi, makanya aku harus berada di rumah dan lebih banyak istirahat.

Tahun 2022 juga aku banyak mundur dari kegiatan "penunjang" di kampus. As you know, kerjaan menuntut tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta penunjang). Penunjang ini berupa kegiatan kepanitiaan dan penyusun dokumen akreditasi di kampus. Tahun 2022, aku terlibat di Satuan Jaminan Mutu Fakultas (SJMF) dan akreditasi IABEE. Pada awal tahun, ketika masih WFH aku banyak berada di tempat suami karena promil, dan setengah tahun berikutnya kondisiku juga harus banyak berada di rumah, jadi aku merasa kurang aktif dan kurang maksimal membantu kegiatan penunjang. Dan aku sudah kurang terlibat dalam kegiatan penunjang lainnya.

Selain penunjang, aku juga mengundurkan diri dari tim editor JARSP MTS USK. Selain itu, juga mengundurkan diri dari project andalalin, hehe. Karena sejak Juni 2022, memang kondisi aku ga bisa diprediksi.

Oh ya, good news di tahun 2022, sejak Mei 2022, jabatan fungsional aku berubah dari Tenaga Pengajar menjadi Asisten Ahli (AA). Ini juga hasil kerja keras tahun lalu berusaha menulis dan mengumpulkan berkas. Lumayan lama prosesnya, mulai Juni 2021 paperku ga jadi dipublish oleh jurnal sinta 3 karena kepengurusannya ga jelas, terus juga surat pengantar yang hilang hingga 2 kali oleh pihak adm. Serta berkasnya yang harus diperbaiki berkali-kali di PAK Fakultas. Alhamdulillah akhirnya berkasnya naik juga ke tingkat universitas dan SKnya keluar sejak Mei 2022. 

Pregnancy

This is the first time I share about our pregnancy journey. Yes, our journey. Karena dalam perjalanan kehamilan ini aku bersama dengan suami. Bukan aku sendirian. It's a long journey. 

Aku mulai promil lagi Agustus 2018, terus awal 2019 terapi hormon. Karena lelah dan merasa sendirian, pertengahan 2019 aku berhenti. Awal 2020 rencana mau promil, karena pandemi jadinya ga jadi.

Tahun 2021, suami yang ingin kami berjuang lagi. Aku tes darah lengkap, HSG, dia tes juga. Lebih dari setahun minum obat, hidup sehat dan olahraga, setiap beberapa bulan kendor, kami mulai lagi. Alhamdulillah doa-doa kami diijabah oleh Allah di Juni 2022. Aku hamil. 

Perjalanan hamil ini lumayan menguras sumber daya, jiwa raga dan juga finansial khususnya. Alhamdulillah Allah kasih rejeki dan kekuatan. Allah kasih jalannya.

Trimester 1 hampir 80% istirahat dari aktivitas. Ga kemana-mana. Kecuali ada suami bawa jalan. Pernah juga sudah keluar sampai depan lorong, tapi balik lagi karena memang butuh rebahan. Obat penguat double. Masuk lewat bawah dan minum dengan dosis yang lumayan tinggi.

Trimester 2 hampir 50% istirahat. Kalau sudah aktivitas 2 jam, butuh rebahan. Kalau aktivitas seharian, besoknya meriang dan butuh stay in bed. Sampai 25 weeks + 2 minggu aku masih minum obat penguat dosis rendah. 

Trimester 3 Alhamdulillah bisa banyak beraktivitas. Sudah sanggup ke kampus walaupun belum berani naik motor. Bisa menyicil pekerjaan walaupun dari rumah dan sambil rebahan ataupun posisi lainnya.

Dan ada banyak drama selama melalui 8 bulan itu. LDR sama suami. Harus masak. Ga ada yang jagain. Tapi Alhamdulillah Allah mudahkan sesuai dengan kemampuan hambanya.

Namun, di trimester 3 ada banyak lagi kekhawatiran yang lain.

Kekhawatiran menjelang persalinan bagian 1. 

Metode melahirkan seperti apa yang cocok untuk aku? Bisakah aku melakukan persalinan normal? Bisakah aku mengingat cara bernafas dengan benar? Posisi apa yang membuat bayi bisa lahir cepat? Apakah semua akan baik-baik saja? Atau haruskah aku mempertimbangkan persalinan secara caesar? Bagaimana dengan keberhasilannya? Bagaimana dengan penyembuhannya? Apa yang harus aku pelajari? Apa yang harus aku lakukan? Sudah cukupkah perlengkapan yang aku sediakan? Haruskah aku membuat birth plan? Dan ada banyak lagi pertanyaan yang muncul di kepalaku.

Kekhawatiran menjelang persalinan bagian 2. 

Akankah aku menjadi ibu yang baik? Bisakah aku menyusui dengan baik? Apakah aku akan tau cara pelekatan yang benar? Apakah ASI ku akan keluar dengan baik? Bisakah aku merawat tali pusar newborn hingga pupus dengan sehat? Bisakah aku mengganti popok newborn? Bisakah aku membersihkan pupup newborn? Bisakah aku memandikan newborn? Haruskah aku menggunakan jasa bidan perawatan newborn? Bisakah aku menenangkannya ketika ia menangis? Dan masih banyak lagi kekhawatiranku tentang nutrisi, imunisasi/vaksinasi, dan juga tumbuh kembangnya. 

Career break

Sebelum hamil, aku sering berpikir, seharusnya semua hal di dalam hidup itu bisa berjalan secara berdampingan. Menikah, berumah tangga, punya anak dan karir dapat berjalan beriringan. Tanpa harus ada yang dikorbankan. Namun, pada kenyataannya, hidup itu adalah pilihan-pilihan dan ada prioritasnya. Ada konsekuensinya. Dan ketika seorang perempuan bekerja, kadang-kadang dihadapkan pada kenyataan bahwa ada hal yang harus lebih diprioritaskan diatas yang lainnya.

Di trimester pertama (Juni - Agustus 2022) dokter menyuruhku rest. Kerja dari rumah dulu. Memang kondisi awalnya seperti itu. Badan kalau dipaksa tidak akan mampu.

Di Trimester kedua (Sept - Nov 2022), alhamdulillah aku mulai agak kuat. Tapi dokter masih kasih obat penguat sampai minggu ke 25. Aku mulai bekerja dengan berusaha duduk. Tapi kalau sudah duduk agak lama atau lebih dari 2 jam, perut bawah sering sakit. Menurut dokter, itu kontraksi. Kalau ke kampus seharian, atau bekerja seharian di rumah, atau keluar rumah seharian, sore-nya akan langsung tepar. Besoknya sering kali tidak bisa bangun dari tempat tidur. Meriang. Demam. Lemas. Jadi, aku berusaha membagi waktu untuk ke kampus dengan berselang hari. 

Di Bulan Oktober, aku harus mulai mengajar. Masuk kelas. Aku mencoba masuk kelas atau pindah ke ruang kelas di lantai 1. Atau kadang-kadang memberikan kuliah melalui zoom atau e-learning. Kondisiku memang belum memungkinkan untuk bergerak seperti biasa.

Kewajiban lain adalah menyelesaikan luaran dan laporan penelitian. Meskipun mendapat banyak support, tapi banyak hal yang harus aku kerjakan sendiri. Dan kadang harus begadang agar pekerjaannya selesai. Aku tau, banyak pekerjaan yang selesai namun tidak sempurna atau tidak seperti yang aku mau. Tapi aku mengalah dengan egoku.

Kadang-kadang aku merasa tidak bertanggung jawab. Kadang-kadang aku merasa tidak dilibatkan. Tetapi ketika diajakpun, aku akan menolak karena aku tidak yakin apakah saat diperlukan aku akan berguna atau bisa bergerak atau tidak. Kadang-kadang pikiran negatif muncul.  

Ibu Yunita bilang, mungkin aku mengalami post-power syndrom. Bukan kekuasaan yang gimana-gimana sih. Lebih ke berkuasa atas diri sendiri dengan aktivitas yang banyak. Singkatnya, biasanya banyak melakukan aktivitas, sekarang sudah terbatas. Aku bahkan tidak dikasih naik motor selama hamil. Jadi keluar rumah naik go car atau bergantung sama suami.

Walaupun aku menyangkalnya, mungkin yang aku alami memang post power syndrom, tapi waktu badan minta istirahat memang ga terpikir untuk kecewa atau gimana-gimana. Aku ingin fokus pada kehamilanku.

Di Trimester Tiga. Badan sudah agak enakan walaupun ada juga kadang-kadang lemes. Tapi ketika badan kuat, kadang-kadang ada rasa kecewa, I missed a lot of opportunity. Tetapi aku harus bersabar dan mulai berfokus pada hal-hal lain yang mungkin lebih penting dan bisa aku prioritaskan. Semua ada masa-nya. Jangan sedih ga dilibatkan dalam satu hal.

Karena kondisi di awal kehamilan yang unpredictable, aku memutuskan mengundurkan diri dari beberapa tanggung jawab. Dan ternyata, ketika kondisi kuat, aku merasa mampu melakukannya, tapi semua sudah bukan tanggung jawabku.

Namun, aku dapat hikmahnya. Aku bisa punya banyak waktu untuk diri sendiri. Berpikir jernih apa yang harus aku lakukan ke depan. Apa yang lebih penting untuk aku dan karir aku. Dan fokus pada persalinan dan persiapan setelahnya.

Cuti Hamil dan Melahirkan

The real career break adalah cuti hamil dan melahirkan. Satu-satunya yang ada dalam pikiranmu adalah bayimu. Mungkin ga akan sempat memikirkan pekerjaan atau yang lainnya. Mungkin bagi sebagaian orang masih sempat. Jadi sebelum cuti ini, aku berusaha mendelivery semua tanggung jawabku ke orang lain. Sehingga ketika aku cuti, aku bisa cuti dengan tenang. Dan hingga saat ini, masih agak bingung mau ambil cuti kapan. Hari ini (8 Jan 2023) sudah 36 weeks dari hpht. Seharusnya aku mulai cuti besok. Namun demikian, aku baru akan mengurus surat cuti besok.


Welcome 2023

What's next?

Kalau ditanya apa rencana aku di tahun 2023, ada beberapa hal yang sudah terpikirkan.

Family 

I will put my family as my first priority. Aku akan banyak belajar merawat newborn. Belajar Parenting dan menjadi ibu yang baik dan menjadi istri yang lebih baik. 

Career

Beberapa hal yang sudah direncanakan akan dicicil dari sekarang. Jadi ketika waktunya tiba, aku sudah siap.

- Persiapan Lektor. Masih aku hitung-hitung, lektor 200 atau lektor 300. Mana yang lebih memungkinkan.

- Persiapan Sertifikasi Dosen. Aku mulai membaca aturan dan persyaratannya. Mulai lihat-lihat apa yang harus aku pelajari untuk mendapatkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Rupanya masih harus belajar untuk TKPA dan TKBI.

- Persiapan S3 ke luar negeri. Ya, aku juga berpikir tentang ini. Mungkin ada hal kecil bisa aku lakukan.


Financial

Tahun ini rencana mau lebih dalam mengelola keuangan. Tahun lalu aku sudah mulai investasi dalam bentuk reksadana dan emas.  Tahun lalu juga kami sudah mulai mencatat semua pengeluaran. Mungkin tahun ini harus lebih banyak melakukan evaluasi dan memulai budgeting.

Sebelum hamil, aku punya keinginan beli mobil kecil. Namun sekarang keinginan itu hilang, hehe. Dan Pak Su suruh pakai mobilnya saja kalau mau pakai mobil. Sebelum aku hamil, kami ingin beli rumah atau tanah di Calang biar ga perlu sewa lagi sekaligus investasi, terus ketika hamil kami menunda dulu keinginan tsb, karena kita fokus pada kehamilan dulu. Awal-awal hamil pengeluaran untuk obat dan suplemen/vitamin lumayan besar, dan biaya tes lab juga ada yang besar. Terus ada beberapa pengeluaran yang agak besar juga seperti acara 7 bulanan, perlengkapan bayi, dan ke depan kami juga harus mempersiapkan biaya melahirkan, akikah dan syukuran turun tanah insyaAllah. Mungkin juga kami perlu biaya tak terduga lainnya. Jadi, kami menunda keinginan yang tidak urgen dulu.

Tahun lalu kami cuma sempat liburan sekali ke Takengon. Keinginan pergi ke Medan atau ke KL masih harus ditunda dulu. 

Tujuan finansialku selanjutnya adalah umrah bersama keluarga. Jadi harus menabung dulu untuk ini. Semoga bisa tercapai di tahun 2024. Semoga bisa umrah bersama keluarga. Aamiin.

Tujuan finansial selain itu adalah biaya persiapan S3. Biaya persiapan S3 meliputi biaya les ielts, daftar test ielts, apply beasiswa, biaya jika harus bawa keluarga, dan persiapan lainnya. Jadi perlu dipikirkan dari sekarang hehe. Atau biaya pulang kampung kalau tiba-tiba harus pulang kampung.

Wellness and Health

Hidup sehat dan bahagia masih masuk ke prioritasku. Olahraga dan makanan dengan nutrisi seimbang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar