Sabtu, 17 Juli 2021

Being 31

Meulaboh, 17 Juli 2021

Happy birthday, Juliana.

Rupanya berada di usia 30an tidak semenyeramkan yang aku bayangkan. Dan juga tidak sesempurna yang aku harapkan. Aku bahkan belum sempat memikirkan harus bagaimana di usia 31 ini.

Yang sering terpikirkan adalah aku akan bagaimana di usia 25, 30 ataupun 35. Tanpa memikirkan secara spesifik harus bagaimana di usia-usia diantaranya. Padahal perasaan lengkap dan cukup di usia 25 adalah (dengan izin Allah) hasil kerja keras di usia 20 s.d 24. Begitu juga dengan rasa cukup di usia 30, adalah implikasi dari usaha di usaha di umur-umur sebelumnya.

Refleksi hari-hari ketika berumur 30 tahun. 

Kalau aku dipikir-pikir, tidak banyak yang aku lakukan di usia 30. Mungkin karena pandemi. Alasan yang klise.

Pekerjaan

Aku tidak bepergian kemana-mana. Cuma sekali keluar kota untuk pekerjaan. Ah iya. Rupanya usia 30 banyak aku isi dengan bekerja. Lebih ke berkarya sebenarnya. Belajar beberapa hal, seperti buat proposal penelitian, nulis artikel dan laporan penelitian, kerja sampingan bantu-bantu buat dokumen di konsultan. Salah satu achievement di usia 30 adalah memperoleh HKI untuk Serious Game EvaNami.

Keluarga

Selebihnya, aku fokuskan menghabiskan waktu dengan keluarga. Aku banyak bolak-balik ke Teunom dan Calang. Tinggal sama Mamak dan Nenek. Tinggal sama suami. 

Program Hamil

Sempat juga program hamil. Aku melakukan HSG. Minum obat rutin sampai 3 bulan. Suami juga melakukan tes. Dan sebenarnya masih berlangsung sampai sekarang. Intinya penghasilan dari pekerjaan sebagian besar kami gunakan untuk promil ini. Mulai dari tes lab sampai obat-obatan.

Mungkin ke depan harus lebih serius lagi. Serius berdoanya. Serius ibadahnya. Dan serius usahanya. 

Dan tiba-tiba aku sudah ulang tahun ke 31.

Hari Pertama di Usia 31

Di hari ulang tahun ke 31, aku tidak punya daftar keinginan yang muluk-muluk kayak wish lists atau bucket lists ataupun resolusi seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin sudah jenuh, jadi dibiarkan mengalir saja. Tapi mungkin akan lebih fokus ke spiritual, keluarga, kesehatan, finansial  dan karir.

Spiritual. 

Akhir-akhir ini mulai terpikir, apa sih yang dicari di dunia ini? Tujuan akhir kita kan akhirat. Jadi mungkin spiritual perlu dihadirkan dalam diri dengan umur yang semakin berkurang ini. Penuhi yang wajib-wajib. Dan tambahkan jumlah yang ibadah sunnah. Serta juga berhubungan baik dengan sesama manusia dan alam.

Keluarga. 

Aku sudah putuskan untuk lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga.

Kesehatan. 

Kalau ini pengaruh ke banyak hal. Promil, penampilan dan juga ke emosional kali ya. Jaga makan dan olahraga.

Finansial. Ini yang selalu tertunda. Aku belum mulai investasi.

Karir. Urus pangkat dan persiapan melanjutkan pendidikan. Jangan lalai. Usia jalan terus.


Oh ya, beberapa hari sebelum tanggal 17 Juli 2021, aku sedikit melakukan refleksi tentang diri sendiri. Aku merasa bersyukur, bahwa sekarang, di usia ini, aku sudah bisa memprioritaskan diri sendiri. Mungkin menjadi lebih ‘egois’ lagi. Hehe. Bukan, ini bukan egois. Tapi ini dinamakan self-love. Aku fokus untuk membuat diri aku merasa “lengkap” dan “cukup” baik secara spiritual, emosional, dan finansial.  Dan berusaha menjaga mental health aku dalam kondisi baik. 

Thanks for making this birthday feel really good.

Estrella Meulaboh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar